3 Strategi Pemasaran Gojek yang Ampuh, Patut Ditiru Oleh Startup!

jejakblog – Farida dan peneliti lain menyatakan bahwa Gojek adalah top of mind untuk online konsumen ojek di Indonesia, Gojek memiliki pasar yang lebih tinggi dibandingkan ke Grab karena strategi pemasaran Gojek yang membentuk merek layanan kuat.

Temuan ini didukung oleh Penelitian Vidyastuti yang juga menemukan bahwa strategi pemasaran membuat konsumen mengganti kata online Gojek dengan nama merek “Gojek.” Berbagai upaya dilakukan oleh Gojek akan memasarkan produknya antara lain pemasaran strategi hubungan masyarakat seperti: seperti diskon Go-Pay, meme Gojek, kampanye nasionalisme, dan bahasa Indonesia dukungan liga.

Strategi Pemasaran Gojek

Strategi Pemasaran Gojek

Temuan Utari dan Sharif menjelaskan bahwa strategi pemasaran Gojek melalui Go-Point meningkatkan pembelian kembali dari Konsumen Gojek. Menurut Gede dan Dalem strategi pemasaran yang diterapkan di PT Gojek Indonesia adalah:

  1. Periklanan adalah terkait dengan strategi pemasaran Gojek yang dilakukan dengan pemasaran dalam meningkatkan merek konsumen kesadaran akan layanan yang dimiliki oleh PT Gojek Indonesia melalui penggunaan media periklanan seperti brosur, x-spanduk, spanduk gulung, spanduk dan barang dagangan.
  2. Promosi penjualan di strategi promosi penjualan pemasaran memiliki beberapa strategi promosi penjualan di meningkatkan kesadaran merek PT Gojek Indonesia seperti Promosi Kode diberikan kepada konsumen baru/baru pengunduh aplikasi Gojek. Dengan kode promosi ini, konsumen dapat gunakan sebagai keseimbangan yang nantinya dapat digunakan untuk bayar layanan Gojek gratis dan pemasaran Gojek menyediakan gratis transportasi (antar-jemput gratis), gratis transportasi biasanya diberikan ketika menghadiri acara yang terkadang acara lokasinya jauh dari venue. Ini sudah selesai untuk menarik konsumen agar terbiasa menggunakan layanan Gojek.
  3. Langsung pemasaran, dalam melakukan pemasaran langsung program, strategi pemasaran Gojek menggunakan sosial media sebagai salah satu alat pemasaran yang memainkan peran penting dalam branding perusahaan Gojek dan layanannya. Dengan menggunakan media sosial yang dapat diposkan oleh pemasaran promosi yang ditawarkan oleh perusahaan atau kegiatan yang dilakukan oleh karyawan ojek. Media sosial milik PT Gojek Indonesia adalah Youtube, Instagram, Fanpage Facebook, Twitter, Situs Web, dan Google AdWords.
  4. Publikasi atau Hubungan Masyarakat, program strategi pemasaran Gojek dilakukan dengan mengkomunikasikan merek perusahaan kepada publik adalah memanfaatkan offline acara yang diadakan seperti menghadiri JazzFestival dan lain-lain.
Baca Juga:  5 Cara Menggunakan Perencana Kata Kunci Google Lengkap dan Mudah Dilakukan!

Hal-hal yang dilakukan di acara seperti pembukaan kapalkapal atau stand Gojek, mendistribusikan materi promosi (brosur/flyer), mengundang pengunjung acara untuk mengunduh aplikasi dan mendidik pengunjung tentang cara menggunakan aplikasi.

Selain menyelenggarakan acara, dalam strategi pemasaran Gojek juga membentuk bekerja sama dengan beberapa hotel dengan memberikan diskon khusus bagi pengguna gojek yang menginap di hotel tersebut.

Manajemen Strategi Bisnis Gojek

Adapun manajemen strategi gojek adalah:

Sekilas tentang Gojek

Saat pertama kali dibentuk, Gojek adalah layanan call center untuk membantu calon pelanggan menemukan tukang ojek. Melalui pesan teks dan panggilan telepon secara manual, perusahaan juga bekerja sama dengan basis ojek. Tapi ini rupanya tidak membuatnya mengalami pengembangan. Jadi ketika Grab dan Uber masuk ke Indonesia pada tahun 2014, kemudian perusahaan yang dibuat oleh Nadiem Makarim memperbaiki sistem untuk menarik investor.

Sebagai startup yang dibuat oleh anak-anak bangsa, Gojek mendapat luar biasa apresiasi dari masyarakat Indonesia. Mereka juga menerima dana dari salah satu raksasa dari China, Tencent, sebesar 16,8 miliar rupiah. Sampai sekarang, banyak penghargaan yang diperoleh, seperti pemenang Penghargaan Fintech oleh Bank Indonesia, dan Asian of the Year Award dari The Strait Times.

Rekrutmen Pengemudi

Sukses dikenal luas, di Januari 2015 Gojek merekrut 10.000 driver dan masih memiliki target. Selain itu, ada juga beberapa orang yang sengaja melamar menjadi driver. Menambah jumlah pengemudi adalah target Gojek untuk memperluas pasar ke daerah terpencil.

Berjalan secara bersamaan, perusahaan juga meningkatkan kualitas layanan dengan memperhatikan keselamatan. Untuk membuat ini terjadi, diputuskan untuk bekerja dengan RifatLa Lab Drive (RDL). Di sana pengemudi mendapatkan pelatihan keselamatan. RDL juga sudah menyiapkan asuransi untuk pengemudi dan penumpangnya.

Baca Juga:  6 Cara Menentukan Harga Jual Produk Ekspor, Simak!

Promo untuk Konsumen Promosi

Promo adalah cara yang efektif untuk menarik pelanggan potensial. Ini adalah cara untuk memperkenalkan layanan yang lebih luas. Konsumen adalah lebih menguntungkan karena hanya dengan membayar 10.000 bisa diantar ke tujuan manapun, tetapi batas jarak ditentukan.

Ada juga promo diskon hingga 20 ribu rupiah untuk memesan makanan di restoran mana pun. Plus voucher diskon di kafe tertentu atau restoran, sehingga pelanggan bisa mendapatkan lebih murah harga dari biasanya. Promo adalah satu bagian strategi pemasaran Gojek.

Model Manajemen Lain

Hal yang tidak kalah penting dalam budaya startup mengadaptasi produk yang solid dan layanan sesuai permintaan. Ini juga termasuk strategi pemasaran Gojek. Jadi dalam bisnisnya praktik, Gojek menetapkan tiga strategi, yaitu inovatif, dinamis, dan memaksimalkan peluang di dunia digital usia.

Nadiem Makarim, sebagai pendiri, memiliki sudut pandang yang berbeda tentang bagaimana mengembangkan bisnis. Dia percaya bahwa setiap pemimpin tim memiliki cara mereka sendiri untuk mengelola, asalkan mereka mencapai target mereka.

Jadi pendekatannya adalah Kebebasan dan Respons berbasis kepemimpinan sibility dapat menghasilkan ide-ide baru. Itu kombinasi kapasitas dan mobilisasi sumber daya dari pemangku kepentingan dan organisasi kolaboratif dan eksklusif gaya membuat ekosistem Gojek lebih dinamis dan siap menghadapi intens kompetisi.

Fitur dan Kerjasama

Sukses dengan transportasi online, Gojek kemudian menambahkan fitur baru di tengah Persaingan ketat. Tidak hanya menawarkan tumpangan-berbagi layanan aplikasi, beberapa lainnya fasilitas yang menarik dan mudah untuk masyarakat seperti Go-Car, Go-Food, Go-Mart, Go-Box, Go-Glam, Go-Clean, Go-Pijat, Go-Tix, dan Go-Med.

Dengan ini fitur, pada tahun 2016 Gojek mengalami peningkatan jumlah pengemudi, yaitu 250.000 roda dua dan empat, 3000 layanan provider, dan 35.000 merchant Go-Food. Mengelola bisnis dengan sistem ini, mereka menciptakan budaya timbal balik yaitu saling menguntungkan.

Burung biru, salah satunya Pesaing kuat Gojek, akhirnya bergabung dan menjadi mitra. Perusahaan logistik juga ikut bergabung, agar mereka bisa meningkatkan layanan. Metode ini adalah win-win solusi yang menciptakan ekosistem yang sehat.

Baca Juga:  7 Cara Bisnis Ekspor dari Rumah yang Cepat Menguntungkan

Strategi Harga

Salah satu strategi pemasaran Gojek yang diterapkan adalah untuk menentukan tarif. Aspek ini sama pentingnya dengan memikirkan ekspansi lebih lanjut karena dari sana konsumen bisa menilai apakah layanan ini baik atau tidak. Tarif harga bisa juga menjadi tolak ukur atau membangun citra. Mengenai harga, perusahaan memiliki stapenggunard yang cukup murah untuk membuat pengguna ojek biasa pergi daring

Strategi Pemasaran: “GoGo Your Versi” Promo

Salah satu promo yang diperkenalkan oleh PT Gojek Indonesia adalah “Gojek Anda Versi”. Untuk dapat mengambil manfaat dari ini promo, pengguna aplikasi harus update dulu aplikasi Gojek. Kemudian, di rumah halaman aplikasi, klik tombol “Lainnya” tombol di kanan bawah baris kedua dari halaman depan dan tekan edit. Sebagai variasi dari strategi pemasaran Gojek, promo ini diperkenalkan dalam bentuk tiga versi, yaitu versi Gozali, versi, Bioskop Penyiar, dan Versi Kunti.

Komunikasi saat ini situasi ini sejalan dengan teori difusi inovasi yang diperkenalkan oleh Lazarsfeld, Berelson, & Gaudet yang mengatakan bahwa komunikan yang mendapat pesan dari media massa sangat kuat untuk mempengaruhi orang. Jadi, inovasi (penemuan) yang disebarkan (difusi) melalui media massa akan sangat mempengaruhi massa yang mengikutinya. Jika penjelasan tentang teori ini diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini internet sangat gencar mengiklankan Gojek, khusus mengiklankan “Gojek Your Versi” promo melalui jejaring sosial Youtube, tempat pengguna Gojek aplikasi dapat menyesuaikan menu layanan tersedia pada aplikasi berdasarkan tingkat intensitas kebutuhan pengguna di setiap layanan dan juga mampu memberikan rekomendasi sesuai kebutuhan pengguna pada setiap jenis layanan di aplikasi.

Tentu saja promo baru ini menimbulkan rasa ingin tahu orang. Orang-orang kemudian datang mengetahui bahwa Gojek adalah alat transportasi transportation yang bisa dipesan secara online. Lalu orang mau coba, jadi sekarang gojek sudah banyak digunakan. Jadi, ada inovasi strategi pemasaran Gojek “Gojek Versi Anda” disebarkan oleh Youtube sebagai media massa baru (difusi) dan kemudian digunakan oleh masyarakat (adopter).

Sumber

https://www.researchgate.net/publication/348908810_Netnography_Gojek_Marketing_Strategy_Analysis_Through_YouTube_Social_Media

About Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *