Obat Diare Untuk Ibu Hamil: Rekomendasi Dokter Dan Pola Diet!

Obat diare untuk ibu hamil yang tidak boleh dikonsumsi contohnya adalah bismuth subsalicylate (Pepto-Bismol). Hal ini dikarenakan terdapat kandungan salisilat yang dapat meningkatkan perdarahan, atau resiko bayi mengalami berat badan lahir rendah (BBLR).

Selain itu, bismuth subsalicylate juga dapat mengakibatkan stillbirth atau kematian janin dalam kandungan.

Rekomendasi Obat Diare Untuk Ibu Hamil Yang Aman Oleh Dokter

Diare (mencret) merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering dikeluhkan ibu hamil. Hal ini disebabkan banyak hal, seperti stres, perubahan hormon, pola makan, atau tingkat sensitivitas terhadap suatu makanan. Dengan diare, berbagai keluhan tersebut dapat mereda.

Setelah sistem pencernaan membaik, maka diare akan sembuh sendiri dalam dua hari. Namun pada beberapa kasus, diare bisa berlangsung lebih lama. Jika ini terjadi, ibu hamil bisa lemas berkepanjangan dan mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, diare perlu segera ditangani untuk menghindari resiko yang tinggi pada kesehatan ibu dan janin.

Obat Diare Untuk Ibu Hamil: Rekomendasi Dokter Dan Pola Diet

Kunjungi dokter untuk mendapatkan obat diare agar dapat segera diatasi dan tidak berlarut-larut. Berikut adalah beberapa pilihan obat diare untuk ibu hamil di apotik yang aman dan direkomendasikan dokter:

Baca Juga:  7 Cara Mengatasi Gusi Bengkak Secara Alami, Ampuh Meredakan Nyeri!

1. Loperamide

Loperamide (Imodium) merupakan obat untuk memperlambat gerak usus feses yang dihasilkan berbentuk lebih padat. Loperamide tersedia dalam bentuk kapsul, tablet telan, sirup, juga tablet kunyah. Efek samping Loperamide yaitu sakit perut, sulit konsentrasi, mengantuk, mulut kering, sembelit, pusing, hingga mual dan muntah.

Meski demikian, hingga kini tidak ada hasil penelitian yang menyatakan Loperamide bisa membahayakan ibu dan janin pada masa kehamilan.

Oleh karena itu obat ini aman untuk mengatasi diare pada ibu hamil. Namun sebelum menggunakannya, tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar dosis sesuai dan tepat dengan kondisi ibu hamil.

2. Kaopectate

Obat diare untuk ibu hamil yang aman lainnya yaitu Kaopectate (kaolin dan pektin). Dimana Kaolin adalah mineral alami dan pektin merupakan sumber serat larut air. Dengan kandungan tersebut, kaolin diizinkan BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan – Republik Indonesia) dijual bebas di pasaran.

Penting untuk diingat, Kaopectate hanya diberikan pada ibu hamil dengan diare parah, ketika feses yang keluar hanya cairan. Kaopectate dapat meringankan gejala, juga mencegah dehidrasi serius.

3. Oralit

Oralit merupakan obat diare untuk ibu hamil berikutnya yang aman. Oralit mengandung senyawa elektrolit dan berbagai mineral seperti natrium klorida, glukosa anhidrat, kalium klorida, trisodium citrate dihydrate dan natrium bikarbonat.

Baca Juga:  10 Cara Mengobati Gusi Bengkak Disertai Nyeri Secara Alami, Cepat Dan Mudah!

Kombinasi mineral-mineral tersebut dapat mencegah dan mengatasi dehidrasi yang disebabkan hilangnya cairan tubuh ketika diare. Efek oralit akan terasa 8-12 jam setelah diminum. Para ahli mengklaim oralit bekerja lebih baik mengatasi diare dibandingkan hanya minum air mineral saja.

4. Antibiotik

Jika setelah 3 hari diare belum juga sembuh, kemungkinan besar diare disebabkan infeksi bakteri atau parasit. Oleh karena itu, ibu hamil wajib konsultasi dengan dokter untuk mencari tahu penyebab diare dan mendapatkan obat yang tepat.

Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik sebagai obat diare untuk ibu hamil. Oleh karena tidak semua antibiotik aman, maka percayakan pada dokter jenis, dosis dan lama waktu minum antibiotik yang tepat.

Obat Diare Untuk Ibu Hamil Secara Alami

Sebenarnya, diare merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. Dengan demikian, untuk ibu hamil sebaiknya menunggu hingga 2 hari sebelum mengkonsumsi obat.

Selama kurun waktu itu, ibu hamil dapat mengkonsumsi makanan atau minuman alami untuk meredakannya. Berikut beberapa obat diare untuk ibu hamil dan menyusui yang alami seperti:

1. Konsumsi Cukup Mineral

Diare dapat menyebabkan tubuh kekurangan banyak cairan karena terus-menerus keluar bersama feses, beberapa kali dalam sehari. Cairan pengganti bisa didapatkan dengan mengkonsumsi dari air mineral, kuah sup hangat, jus buah, juga cairan elektrolit.

Baca Juga:  6 Cara Mengatasi Dehidrasi dengan Cepat, Tak Hanya Minum Air Putih!

Seperti yang diungkapkan American Pregnancy Association, cara ini dapat membantu mengisi ulang kadar cairan elektrolit dalam tubuh yang telah hilang.

2. Suplemen Atau Makanan Probiotik

Probiotik adalah jenis bakteri baik karena dapat membunuh bakteri jahat penyebab diare di saluran pencernaan. Probiotik juga mampu mengembalikan keseimbangan kadar bakteri baik di perut. Oleh karena itu, probiotik dapat dijadikan obat alami mengatasi diare pada ibu hamil.

Melansir jurnal Canadian Family Physicians, probiotik dalam bentuk suplemen atau makanan aman digunakan sebagai obat diare, termasuk bagi ibu hamil. Makanan probiotik dapat ditemukan dalam yoghurt dan tempe.

3. Perhatikan Asupan Makanan

Sebagian ibu hamil menjadi lebih sensitif terhadap makanan tertentu sehingga diare. Oleh karena itu, ikuti aturan makan yang benar, terlebih selama masa diare. Hindari jenis makanan tertentu seperti makanan asam, pedas, berlemak, digoreng, daging merah, atau buah kering.

Selain itu juga minuman soda dan tinggi gula, susu, cokelat serta permen. Makanan-makanan tersebut akan memperparah diare.

Biasanya dokter akan merekomendasikan pola makan diet BRAT. Dimana ibu hamil dianjurkan hanya makan pisang, saus apel, nasi, atau roti tawar panggang karena mudah dicerna sistem pencernaan. Setelah diare membaik, hentikan diet BRAT sebagai obat diare untuk ibu hamil, karena tidak mencukupi kebutuhan gizi ibu juga janin.

About Admin

Check Also

Cara Mengatasi Tumit Pecah Tanpa Obat, Hanya Pakai Bahan Alami!

Cara mengatasi tumit pecah menjadi informasi yang cocok untuk Anda yang sedang mengalaminya. Diketahui ada …

Leave a Reply

Your email address will not be published.