Cara Menggunakan Multitester Analog, Fungsi dan Komponennya

jejakblog – Mungkin tidak banyak orang yang memahami cara menggunakan multitester analog. Hal tersebut karena sejumlah orang menganggap hal itu tidak begitu perlu untuk diketahui. Padahal multitester analog adalah salah satu jenis multimeter atau multitester yang menggunakan display ukur (meter) dengan tipe jarum penunjuk.

Oleh karena itu, pembacaan hasil ukur menggunakan multitester analog masih dilakukan secara manual. Hal itulah yang mungkin membuat orang malas mengetahui cara kerja multimeter analog karena saat ini memang sudah tersedia versi digitalnya. Dalam hal ini, multimeter digital otomatis dinilai lebih mudah dan praktis dalam penggunaannya.

cara menggunakan multitester analog

Fungsi Multitester Analog

Sebelum memahami cara menggunakan multitester analog, penting bagi Anda untuk mengetahui fungsi-fungsinya seperti berikut ini:

  • Mengukur Arus Listrik

Fungsi utama multitester analog adalah untuk mengukur arus listrik. Pada dasarnya, ada 2 jenis Ampere pada sebuah alat ukur, yaitu arus AC (Alternating Current) dan arus DC (Direct Current).

Hal yang perlu diingat adalah untuk menghindari terjadinya kerusakan, maka perhatikan baik-baik arus listrik yang diukur. Dalam hal ini, jangan sampai berada di luar jangkauan batas ukur maksimal.

  • Mengukur Tegangan Listrik

Mengukur tegangan listrik atau tingkat Voltase dari sebuah komponen listrik merupakan fungsi multitester analog yang berikutnya. Perlu diketahui bahwa pada setiap multimeter atau multitester terdapat sebuah saklar selektor yang berfungsi untuk menentukan batas ukur maksimum.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya melakukan perkiraan mengenai level tegangan terlebih dahulu dari sebuah rangkaian listrik yang akan diukur. Hal itu untuk memprediksi bahwa tegangan listrik tidak melebihi batas maksimum.

  • Mengukur Hambatan Listrik

Multitester analog bisa digunakan pula untuk melakukan pengukuran terkait tingkat hambatan atau resistansi dari suatu komponen listrik. Sama seperti tegangan, maka Anda juga penting memperhatikan batas ukur hambatan dari sebuah komponen listrik yang Anda gunakan.

  • Fungsi HFE

Bagi orang awam, mungkin masih banyak yang belum memahami mengenai fungsi HFE. Nah, hakikatnya fungsi HFE digunakan untuk mengukur/mengetahui nilai dari faktor penguatan transistor yang terdapat pada tipe NPN dan PNP. Menariknya, tidak semua alat ukur memiliki fungsi HFE ini, lho.

  • Mengukur Nilai Kapasitansi

Sama seperti fungsi HFE, fungsi lain yang juga belum tentu ada pada setiap alat ukur adalah fungsi mengukur nilai kapasitansi. Kabar baiknya adalah baik pada multitester digital maupun multitester analog sama-sama memiliki fungsi untuk mengetahui nilai kapasitansi dari suatu kapasitor.

  • Mengukur Frekuensi Sinyal

Mengetahui cara menggunakan multitester analog memang cukup penting karena alat ukur tersebut memiliki banyak sekali fungsi. Dalam hal ini, alat ukur tersebut juga bisa digunakan untuk mengetahui nilai frekuensi dari suatu isyarat/sinyal pada komponen elektronika.

Baca Juga:  Spesifikasi Samsung Galaxy A51 : Fitur, Keunggulan dan Harganya

Komponen Multitester Analog

Setelah mengetahui berbagai kegunaan dari multitester analog, maka berikutnya Anda perlu tahu pula mengenai komponen yang terdapat di dalamnya. Hal tersebut agar nantinya Anda juga bisa lebih memahami cara menggunakan multitester analog.

Komponen pertama, yaitu jarum penunjuk yang tentu saja berfungsi sebagai penunjuk besaran nilai dari hasil pengukuran. Jarum penunjuk tersebut bisa diatur tingkat kekencangannya dengan sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk.

Perlu diingat, jangan mengaturnya terlalu kencang karena jarum bisa terhambat dan jangan pula terlalu kendor karena jarum bisa mudah goyang. Selain itu, sebelum menggunakan multitester analog, maka jangan lupa untuk memposisikan jarum tepat berada di angka nol.

Baca Juga:  Spesifikasi Samsung Galaxy Note9 : Fitur, Keunggulan dan Harganya

Komponen selanjutnya adalah skala yang merupakan deretan angka yang akan menunjukkan hasil dari suatu pengukuran. Pada multitester analog, ada banyak sekali angka yang berbeda-beda, maka Anda harus teliti dan hati-hati dalam membaca hasil pengukurannya. Pastikan pula bahwa skala yang Anda baca adalah skala yang ingin dicari misalnya Volt, ohm, atau ampere.

Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk merupakan komponen berikutnya. Komponen tersebut berguna untuk mengatur kedudukan dari jarum penunjuk saat dikalibrasi. Selanjutnya, pengatur jarum penunjuk. Komponen itu tentu saja berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk skala agar berada di posisi nol saat kalibrasi.

Komponen lainnya, yaitu lubang kutub positif atau terminal yang digunakan sebagai tempat masuknya test lead kutub positif yang berwarna merah. Kemudian, ada pula positive terminal yang khusus digunakan untuk pengukuran arus listrik. Selain itu, tentu ada juga lubang kutub negatif yang digunakan sebagai tempat masuknya test lead kutub negatif yang berwarna hitam.

Adapun komponen terakhir, yaitu saklar pemilih atau disebut juga selektor. Komponen tersebut digunakan untuk memilih posisi dan batas pengukuran. Dalam hal ini, perlu diketahui bahwa multitester analog memiliki empat posisi, yaitu ACV, DCV, DCmA, dan Ohm atau hambatan.

Cara Menggunakan Multitester Analog

Untuk mengukur fungsi dasar seperti Volt Meter, Ampere Meter, dan Ohm Meter, maka simak cara menggunakan multitester analog berikut ini:

Cara Mengukur Tegangan DC (DC Voltage)

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengatur posisi saklar selektor ke DCV. Kemudian, pilih skala berdasarkan perkiraan tegangan yang akan diukur. Apabila Anda tidak bisa memprediksi tingginya tegangan, maka sebaiknya Anda memilih skala tegangan yang paling tinggi. Hal itu untuk menghindari terjadinya kerusakan pada multitester analog.

Baca Juga:  Spesifikasi Samsung Galaxy M20 : Fitur, Keunggulan dan Harganya

Setelah itu, sambungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Ingat kembali komponen multitester analog bahwa probe Merah pada terminal positif (+) dan probe hitam ke terminal negatif (-). Lakukan dengan hati-hati dan jangan sampai terbalik. Setelah itu, Anda bisa membaca hasil pengukuran di display multimeter.

  • Cara Mengukur Tegangan AC (AC Voltage)

Terlebih dahulu atur posisi saklar selektor ke ACV lalu pilih skala sesuai perkiraan tegangan yang akan diukur. Sama seperti tegangan DC, jika Anda tidak mengetahui tinggi tegangan, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang tertinggi. Kemudian, hubungkan probe ke terminal yang akan diukur sesuai dengan posisinya lalu baca hasil pengukuran di display multimeter.

  • Cara Mengukur Arus Listrik (Ampere)

Cara mengukur ampere dengan multimeter analog adalah dengan mengatur posisi saklar selektor ke DCA. Kemudian, pilih skala perkiraan arus yang akan diukur. Perlu diingat bahwa apabila arus yang diukur melebihi skala yang dipilih, maka sekering dalam multimeter akan putus. Anda harus mengganti untuk memakainya lagi.

Selanjutnya, putuskan power supply yang terhubung ke beban lalu hubungkan probe multimeter ke terminal jalur yang diputuskan tersebut. Ingatlah bahwa probe merah ke output tegangan positif (+) sementara probe hitam ke input tegangan (+). Terakhir, baca hasil pengukuran melalui display multimeter.

  • Cara Mengukur Resistor (Ohm)

Pertama, atur posisi saklar selektor ke Ohm (Ω) lalu pilih skala berdasarkan perkiraan ohm yang akan diukur. Umumnya, diawali tanda X yang berarti kali. Kemudian, hubungkan probe ke komponen resistor dan Anda bisa melihat display multimeter untuk membaca hasil pengukurannya.

Demikian pembahasan seputar fungsi, komponen, hingga cara menggunakan multitester analog. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan Anda, ya.

About Admin

Check Also

6 Tutorial Cara Convert Excel Ke Word dengan Mudah

jejakblog – Cara convert Excel ke Word perlu diketahui karena terkadang dalam melakukan pekerjaan, perlu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *